7 Langkah Menjadi Ghost Writer yang Andal

Sabtu, 31 Oktober 2020

 



Hai, Sobat Pembaca!

Assalaamu'alaikum


Pernahkah Anda mendengar profesi ghost writer? Atau Anda sendiri seorang ghost writer? Bila kebetulan belum pernah mengetahui profesi ini, Anda sebaiknya tidak antipati dulu seperti sebagian orang. Seorang ghost writer memang bukan pemilik cerita atau pemilik ide. Namun, dialah yang berkemampuan menuangkan ide dalam sebuah tulisan. Hal ini karena pemilik ide tidak bisa merangkai kalimat untuk menuangkan gagasannya sehingga membutuhkan jasa orang lain agar ide atau gagasannya bisa menjadi buku atau artikel yang bermanfaat bagi banyak orang.


Sesuai dengan namanya, ghost writer atau penulis hantu atau penulis bayangan (sebagian orang menyebut demikian) tidak mencantumkan namanya pada buku atau artikel yang dibuatnya. Hal ini karena tugasnya membantu seseorang agar ide atau gagasannya bisa menghasilkan tulisan yang nyaman dibaca. Bagaimana dengan fee-nya? Hmmm ... Anda jangan meremehkan fee yang dihasilkan dari profesi ini. Meskipun bekerja di balik layar, profesi ini ini bisa menghasilkan fee yang besar, apalagi bila telah berpengalaman. 


Apakah Profesi Ini Illegal?


Tentu tidak!


Awalnya dulu saya mengira bahwa profesi ini illegal. Namun, kemudian saya berpikir, ibaratnya saya ingin membangun rumah dan saya tidak mampu mengerjakan sendiri maka saya meminta bantuan kepada tukang bangunan untuk membangun rumah sesuai keinginan saya. Seperti itulah kira-kira cara kerja ghost writer, yaitu menawarkan jasa kepada orang yang tidak mampu menuangkan ide, kemudian membuat tulisan sesuai keinginan pelanggan. Dalam Undang-undang Hak Cipta, disebutkan bahwa ketika suatu karya dibuat atas pesanan untuk kepentingan satu pihak maka karya tersebut milik pihak yang memesan, kecuali dinyatakan lain (sesuai perjanjian). Artinya, pekerjaan ghost writer adalah LEGAL.


Meskipun demikian, pekerjaan ini dibatasi etika, jadi tidak sembarang pesanan tulisan bisa diterima. Seorang ghost writer harus selektif memilih jenis tulisan yang akan dibuat. Bila berhubungan dengan keilmuan seseorang, semacam skripsi, tesis dan desertasi, tentu tidak diperkenankan dibuat oleh ghost writer. Bagaimana sebuah gelar keilmuan dapat dipertanggungjawabkan, bila hal penting untuk mengukur kemampuan akhir sebuah proses pembelajaran tidak dibuat sendiri?


Sayangnya, praktik ghost writer dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di kampus-kampus. Mereka dengan sadar melanggar kode etik dan melakukan transaksi untuk meringankan para mahasiswa. Konon kabarnya, ada jasa pembuatan jurnal ilmiah yang dibandrol dengan harga belasan juta rupiah. Ada pula jasa pembuatan tugas akhir dan skripsi yang pelakunya memang berkeliaran di sekitar kampus. 


Perilaku tidak beretika semacam ini tentu harus dihindari bila Anda ingin menjadi ghost writer profesional yang andal dan dapat dipercaya. Selain itu, dibutuhkan peran semua pihak untuk menyudahi praktik semacam itu, mulai ketegasan para dosen untuk menolak tulisan yang bukan buatan sendiri mahasiswanya, juga kesadaran dari mahasiswa sendiri agar tidak menggunakan jasa orang lain.


Mengapa Ghost Writer Dibutuhkan?


Saya mengamati akhir-akhir ini lebih banyak yang menekuni profesi ini. Menjamurnya web-web berisi aneka konten yang bervariasi, mulai yang ringan hingga berat. Mulai bahasan umum hingga masalah agama, kini banyak tumbuh bak jamur di musim hujan. Tentunya para pemilik web itu membutuhkan tulisan berkualitas agar web mereka bisa meraup banyak keuntungan dan diminati banyak pembaca. 


Terlebih lagi, saat ini sedang masa pandemi dan banyak yang memilih produktif di rumah. Tua, muda, laki-laki, perempuan, apalagi ibu rumah tangga tidak ragu menekuni profesi ini. Ada alasan mendasar mengapa ghost writer sangat dibutuhkan. 


Baca juga:

Cara Menjadi Penulis Artikel dan Peluangnya


1. Perusahaan atau Instansi Perlu Branding


Dunia digital yang makin berkembang dewasa ini menuntut semua pihak yang berhubungan dengan inovasi turut mengiringi kemajuan teknologi. Memiliki website adalah sebuah upaya realistis agar perusahaan atau instansi dapat berkembang. Website perusahaan tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga bisa digunakan untuk mendekatkan perusahaan dengan pelanggan. Dengan memiliki website, perusahaan atau instansi akan lebih dipercaya dan lebih memiliki kredibilitas. Tidak hanya itu, keberadaan website bisa membantu pelanggan mencari produk atau jasa yang dibutuhkan, lebih mudah dikunjungi kapan pun, dan tentunya bisa selangkah lebih maju dari kompetitor. 


Namun sayangnya, perusahaan atau instansi tersebut tidak selalu memiliki karyawan yang siap mengisi website dengan tulisan informatif. itulah sebabnya, mereka akhirnya menggunakan jasa ghost writer agar bisa secara rutin mengisi website mereka, sekaligus untuk branding


2. Tidak Semua Orang Bisa Menulis


Seperti sudah diungkapkan di atas, tidak semua orang mampu menuangkan gagasan dan idenya dalam bentuk tulisan. Itulah sebabnya, orang-orang yang memiliki nama besar, seperti artis, tokoh politik, pejabat, atau siapa saja yang ingin memiliki sebuah karya, tetapi tidak bisa menulis, bisa menggunakan jasa ghost writer. Mereka cukup menyimpan idenya dalam rekaman suara atau garis besarnya saja, tulisan lengkap akan dibuat oleh ghost writer. 


7 Langkah Menjadi Ghost Writer yang Andal


Setelah memahami cara kerjanya, Anda mungkin mulai berminat menekuni profesi yang satu ini. Tunggu dulu! Sekalipun Anda seorang penulis, sebaiknya jangan buru-buru terjun ke dunia ini sebelum mengetahui langkah-langkah di bawah ini. Dijamin Anda akan menjadi ghost writer yang andal. Apa sajakah itu? Simak yang berikut ini, ya ....


1. Siap Bekerja dengan Deadline


Memilih profesi ini harus siap bekerja dengan deadline, bahkan dalam waktu singkat sekalipun. Anda harus melatih diri bekerja cepat, tetapi tetap cermat dan kreatif. Ada begitu banyak ghost writer lain di luar sana yang bisa bekerja cepat. Anda tidak ingin job yang sudah di tangan melayang, bukan? Oleh karena itu, latihlah diri Anda agar terbiasa dengan ritme kerja yang cepat agar Anda tidak terkejut dengan deadline dari pelanggan yang kadang tidak masuk akal.


2. Tentukan Target Pelanggan


Anda perlu menyusun siapa saja target pelanggan Anda. Tentu saja akan lebih baik bila Anda memanfaatkan media sosial. Perluas jaringan pertemanan Anda dengan melakukan pendekatan personal. Ingat ... jangan langsung menawarkan jasa terlebih dahulu. Sebaiknya Anda saling mengenal dan menjalin keakraban sebelum akhirnya dia mengetahui dengan sendirinya melalui percakapan atau media sosial tentang profesi Anda dan bagaimana cara kerja Anda.


3. Milikilah Komunitas


Jangan dikira masuk dalam komunitas yang memiliki hobi dan minat yang sama tidak berpengaruh pada kemajuan dan peningkatan kualitas diri. Anda bisa membayangkan hal ini? 


Mulai sekarang, buang jauh-jauh pemikiran tentang tidak perlunya berkomunitas. Anda akan rugi karena dalam sebuah komunitas, Anda bisa bertukar info, bisa menambah relasi, menambah pengetahuan, bahkan info job tidak jarang bisa didapatkan dari sebuah komunitas.  


4. Pelajari Kemauan Pelanggan


Menulis untuk orang lain tentu harus siap dengan permintaan-permintaannya. Sebaiknya Anda memahami dengan seksama apa saja kemauan pelanggan agar tulisan Anda nantinya tidak keliru. Lebih baik menanyakan di awal daripada mengira-ngira apa maksudnya. Oleh karena itu, Anda jangan segan bertanya apa saja instruksi yang tidak dipahami. 


5. Kuasai Ranah Penulisan yang Dikerjakan


Dunia tulis-menulis memiliki ranah yang luas. Jenis tulisan sangat banyak jumlahnya. Anda mungkin harus membuat buku memoar, biografi, artikel, blog, karya fiksi, atau lainnya. Anda tidak hanya dituntut kreatif dan menguasai teknik penulisan, tetapi juga mampu memenuhi keinginan pelanggan secara detail. Bahkan, harus memahami gaya pelanggan agar sesuai dengan substansi tulisan. 


Menulis dalam bidang ini bisa dikatakan memang melebihi batas dari semua penulisan profesional lainnya. Profesi ini membolehkan penulisnya untuk bermain dengan kreativitas, originalitas dan inovasi di dalam dirinya sehingga menghasilkan tulisan yang baik dan sesuai dengan instruksi pelanggan.


6. Mampu Melakukan Riset


Setiap penulis tentu harus melakukan riset untuk mendukung validitas tulisannya. Namun, bagi ghost writer, kemampuan ini harus mendapat perhatian lebih. Hal ini karena setiap tulisan yang dipesan harus berdasarkan riset yang mendalam, bahkan terkadang memerlukan analisa yang tajam agar tulisan yang dihasilkan memuaskan pelanggan.


7. Dapat Dipercaya dan Mampu Jaga Rahasia


Hal terakhir ini sangat penting dimiliki agar bisa menjadi ghost writer andal. Tidak cukup hanya menguasai teknik menulis dan kaidah penulisan saja, tetapi yang terpenting adalah dapat dipercaya dan bisa menjaga rahasia pelanggan. 


Itulah tujuh langkah menjadi ghost writer yang andal. Selanjutnya, Anda harus mengetahui cara mendapatkan job agar memiliki pengalaman, sekaligus mengasah kemampuan. 


1. Mulailah menulis konten yang kreatif dan mudah dipahami pembaca;

2. Belajar menulis headline yang menarik;

3. Terus mengasah kemampuan memahami cara kerja SEO;

4. Menyusun portofolio dari contoh-contoh konten yang sudah pernah ditulis;

5. Aktif memeriksa website yang berisi lowongan pekerjaan ghost writer;

6. Terus menerus mempromosikan diri dan memposting jasa Anda melalui media sosial, blog pribadi atau komunitas menulis yang diikuti.


Demikianlah hal-hal penting yang harus diperhatikan, jika Anda ingin menjadi ghost writer andal. Jangan berhenti berusaha dan mencari info terbaru seputar profesi ini. Anda bisa tertinggal bila tidak sering update dengan sesama profesi. Jangan ragu menambah pengalaman dengan menulis karena Anda dihargai karena tulisan berkualitas Anda. So ... jangan mudah puas dengan hasil saat ini. Berusahalah terus meningkatkan hasil kerja Anda dan buatlah pelanggan puas dengan kerja keras yang Anda tunjukkan.



Wassalaamu'alaikum

Salam santun,


Dian Rahayu


24 komentar on "7 Langkah Menjadi Ghost Writer yang Andal"
  1. Temen saya ada nih yang jadi ghost writer. Dulu saya kira kalau dia nulis tanpa nama eh ternyata karena ada pesanan heheh

    BalasHapus
  2. Jadi semacam orang yang beli artikel ke orang lain ya. Sekarang banyak dibutuhkan loh profesi seperti ini. Kalau punya kapabilitas yang tinggi dan berpengalaman, tentu bayarannya juga sangat menggiurkan. Bahkan saya pernah liat lowongan untuk content writer bisa mencapai 10 juta broooo....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, sampai segitu ya.. 10 juta, pasti kerjaannya nggak mudah

      Hapus
  3. hallo mbak Dian. Seumur2 hidup saya kayaknya belum pernah deh jadi ghost writer di perusahaan. Yang ada saya malah dijadiin admin website sekolah. Jadi tiap ada event2 di sekolah saya yang buat rilis berita, video, upload sosmed dll. Hehe, sibuk pokoknya... puyeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga..

      Wah gt ya. Sip dong. Puyeng yg menambah pengalaman. Gpp lah

      Hapus
  4. Menarik ini Mba Dian. Hehehe. Saya pernah nih ambil job sebagai ghost writer, dan alhamdulillah emang lumayan bangetttt fee-nya. Biasanya saya ambil job ini kalo tertarik, atau kalo sedang 'kepepet' butuh duit. Hihihi. Walaupun jadi ghost writer, kita tetap teken perjanjian kerja sama loh. Jadi, win win solution untuk kedua belah pihak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm.. Gt ya

      Kalau ada job lagi, ajak saya dong, hihi..

      Hapus
  5. Yes bener kak komunitas. Menjadi penulis sendirian tanpa komunitas akan membuat kita merasa buntu ya kak. Karena ilmunya gak berkembang. Segitu terus. Kalo punya komunitas akan lebih menyenangkan karena saling support dan bisa tertular dengan insight baru yang didapat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yesss, bener banget, Mbak ... bikin buntu dan ilmu kita nggak berkembang. Kalau bertemu teman-teman seprofesi atau yang punya kesamaan minat, pasti pikiran kita ikut berkembang karena ada pertukaran informasi dalam komunitas.

      Hapus
  6. Sebelum menekuni dunia blogger, saya dulu juga pernah jadi host writer. Tapi dulu gak pernah tau namanya pokoknya saya banyak bantu nulis teman yang membutuhkan dan dibayar. Pernah juga menulis untuk ditampilkan di sebuah website. Setelah mengenal blog jadi beralih ke blog dan menulis untuk blog sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. ghost writer atau blogger sama-sama asyik, kan, Mbak? Sama-sama menuangkan ide dalam tulisan. Lebih asyik lagi kalo dibayar, hhihi ...

      Hapus
  7. Selalu kagum dengan yang memilih jadi ghost writer..karena sampai sekarang saya masih memilih nulis dengan nama sendiri hihi.
    Teman ada yang seharga NMax proyek buku ghost writernya. Karena sudah jadi profesi
    Apapun itu tetap berkarya sebaik-baiknya dan yang utama bukan untuk kecurangan saja, seperti menulis untuk skripsi, jurnal dan sejenisnya

    BalasHapus
  8. Ssya dulu sempat ditawari jadi ghost writer. Sama saya awalnya mengira ghost writer itu illegal jadi ga saya terima. Ternyata sah sah aja ya. Toh tetap ada etika dan perjanjiannya. Makasih sudah mencerahkan mbak.

    BalasHapus
  9. Sering denger ghost writer, tertarik juga sih. Tapi untuk menjaring relasinya itu nih mba yg aku musti belajar lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memilih jadi apa saja dalam dunia kepenulisan memang yang utama adalah menjaring relasi. Ini menurutku sih, Mbak. Kita nggak bakal bisa memublikasikan karya kita tanpa relasi.

      Hapus
  10. Yang pesan tulisan ke ghost writer tidak selalu karena tidak bisa menulis juga sih menurut saya. Ada juga yang memang benar2 tidak punya waktu. Seorang profesor yang sudah banyak sekali bukunya. Nah, untuk 2 buku terakhir dia terpaksa minta bantuan ghost writer, kl gak, itu bukunya gak bakal selesai2, hihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow, gitu ya? Saking sibuknya sampai menyerahkan penulisan buku ke orang lain yang nota bene mungkin tingkat keilmuannya di bawahnya, ya, Mbak? inilah asyiknya jadi GW, asal mau belajar, pasti bisa menulis sesuai kemauan klien.

      Hapus
  11. wah jadi inget kakak temenku juga lagi cari ghost writers buat nulis buku tentang bisnis..jadi ghost writer yang penting jelas di depannya anatar hak dan kewajibannya jgn smp memberatkan salah satu pihak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya ... betul ini. Tidak boleh ada yang dirugikan. Harus ada kesepakatan sejak awal biar jelas.

      Hapus
  12. Ghost writer itu beda ya dengan seperti kita nulis sp dan cp ya kak, maklum aku terbilang newbie dibidang ini , jadi masih perlu banyak belajar nih kak.

    BalasHapus
  13. Tipsnya bermanfaat sekali, kak. Pernah juga diminta jadi ghost writer buat bos yang waktu itu jadi anggota DPR RI. Cuma karena budgetnya gak mau keluar ya saya ogah wkwkk mosok dobel job tapi gajinya single job.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Widih, kok gitu, Bang. Sudah seneng dapat job dari anggota DPR koka nggak jadi, ikut sedih saya. Pasti kecewa, ya, Bang ... tapi rezeki penulis bisa dari banyak sumber kan, Bang? Gpp lah satu batal, puluhan yang lain datang, hihi ...

      Hapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9