Ketika Harus Serumah Dengan Orang Tua Setelah Menikah

Jumat, 10 April 2020


Apa enaknya hidup serumah dengan orang tua atau mertua?

Sebagian dari kita mungkin kerap mendengar pertanyaan itu dilontarkan kepada pasangan suami istri yang telah menikah. Entah mengapa, saya mendengar pernyataan itu semacam olok-olok terang-terangan yang disampaikan secara halus. Kadang, bisa juga sebagai candaan belaka. Biasanya, perempuan akan lebih sensitif menanggapi pertanyaan itu dibanding laki-laki. Maklum saja, sebagian perempuan memang sangat peduli dengan penilaian atau kata-kata orang lain. Sekali lagi, sebagian. Meskipun tidak semua perempuan seperti itu, setidaknya hal ini karena perempuan yang punya perasaan lebih peka dibanding laki-laki yang lebih banyak menggunakan logika.

Memiliki kekuasaan di rumah sendiri adalah salah satu alasan mengapa sebagian besar pasangan mendambakan tinggal di rumah sendiri dan tidak serumah dengan orang tua atau mertua. Selain itu, berbagai manfaat bisa diperoleh dengan tinggal terpisah dari orang tua atau mertua. Paling tidak ada 4 manfaat, yaitu:

1. Bebas


Sumber foto: Unsplash


Kebebasan di rumah sendiri tentu berbeda dengan di rumah orang tua atau mertua. Segala sesuatunya bisa diatur sesuai kesepakatan berdua, tanpa campur tangan orang tua. Dalam segala segi kehidupan, mulai menata rumah, mengatur keuangan, dan mengambil keputusan penting bisa dilakukan dengan bebas.

2. Mandiri


Sumber foto: Unspash


Tidak mengandalkan mertua dan mandiri adalah poin penting dari tinggal di rumah sendiri dan terpisah dengan orang tua. Setiap masalah, setiap ujian, dan cobaan akan makin merekatkan hubungan suami istri. Beda jika misalnya menghadapi masalah yang sama di rumah orang tua, terlebih ada saudara pula di sana.

Kemandirian bisa tergerus perlahan, kemudian lenyap karena keluarga besar turut campur. Bila turut campurnya berupa saran yang konstruktif tentu bisa jadi pilihan solusi. Namun, bila turut campur hanya dengan usil dan melontarkan kata-kata menyakitkan hati, tentu akan makin memperkeruh suasana.

3. Termotivasi untuk Kerja Keras

Sumber foto: Unsplash


Karena semua dilakukan berdua dan terpisah dengan orang tua,  lebih tertantang untuk kerja keras dan lebih mengembangkan diri. Pikiran pun lebih luas dan keinginan meningkatkan kualitas hidup relatif lebih besar.

4. Masalah Hanya tentang Berdua

Sumber foto: Unsplash


Bila serumah dengan orang tua akan membuat pasangan berada dalam posisi sulit. Masalah jadi lebih komplek. Selain itu, jika ada  masalah yang terjadi di rumah, jadi terimbas dan ikut terlibat memikirkan jalan keluarnya. Apabila tinggal terpisah, masalah hanya tentang berdua saja. Kalaupun memikirkan masalah keluarga, tidak seperti bila tinggal serumah.

Sebenarnya, setiap pasangan pasti bisa mengupayakan tinggal terpisah dengan orang tua. Bila belum mampu membeli rumah, bisa kost atau kontrak yang harganya disesuaikan kemampuan.  Tinggal serumah dengan orang tua tidak jarang menimbulkan rasa iri di hati saudara lain yang tidak serumah. Padahal, beberapa kondisi mengharuskan sebagian pasangan tinggal di rumah orang tua, seperti:

1. Orang tua sudah sangat tua dan sakit-sakitan;
2. Orang tua meminta karena tidak ingin sendiri;
3. Salah satu pasangan adalah anak tunggal;
4. Orang tua dalam bahaya.

Hidup bahagia adalah harapan setiap pasangan dalam berumah tangga. Kesiapan menghadapi segala situasi berpengaruh besar pada ketahanan diri. Berbagai masalah rumah tangga datang silih berganti, baik yang berhubungan dengan pasangan, maupun dengan anak. Sudah selayaknya setiap diri belajar tegar menghadapi setiap masalah yang muncul.

Masalah dalam berumah tangga makin terasa kompleks, bila ada pihak ketiga, misalnya orang tua. Keterlibatan orang tua dalam keluarga bisa bermanfaat bila tindakan dan ucapan mereka konstruktif. Namun, bisa menambah keruwetan bila tindakan dan ucapan mereka destruktif.

Terlebih lagi, bila harus tinggal serumah dengan orang tua. Memang semestinya setiap pasangan punya tempat tinggal sendiri. Visi hidup, gaya hidup, dan pola pikir orang tua sering kali  berbeda dengan anak karena memang beda generasi. Akan tetapi, karena suatu alasan dan keadaan tertentu, kadang mengharuskan kita tinggal serumah dengan mereka.

Bagaimana bila harus tinggal serumah dengan mereka? Mari kita perhatikan hal-hal berikut.

1. Ketentuan Allah

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menghadirkan rasa ikhlas dalam hati dan menerima  kenyataan harus tinggal dengan orang tua adalah ketentuan Allah. Keikhlasan adalah modal utama sekaligus kekuatan kita menghadapi orang tua yang memang gampang-gampang susah.Tidak sedikit yang mengakui bahwa sebagian orang tua seperti kembali seperti anak-anak saat sudah makin tua. Belum lagi egonya yang kadang tinggi, mau menang sendiri, dan menuntut selalu dihormati dan dianggap benar.

2. Sarana Meraih Pahala

Jadikan hari-hari membersamai orang tua adalah sarana meraih pahala. Bukankah tidak semua orang berkesempatan memiliki banyak waktu dengan orang tua, terutama ketika mereka berusia lanjut? Bersyukurlah bila masih diberi kesempatan membersamai orang tua. Kebijaksanaannya, cara mereka mengambil keputusan, cara menyayangi dengan tulus, adalah sisi positif yang bisa diambil saat tinggal serumah dengan mereka.

3. Bersabar dalam Segala Kondisi.

Tinggal serumah dengan orang tua membuat suami istri dihadapkan pada kondisi yang tidak menentu. Kadang menyenangkan, kadang pula tidak menyenangkan. Setiap pasangan dituntut untuk selalu bersabar, terutama bila orang tua cerewet dan menyakitkan hati. Bersabar adalah cara termanis membuat hati orang tua luluh, meskipun harus melalui banyak rintangan terlebih dahulu.

4. Berlapang Dada dan Mengambil Hikmah

Setiap situasi tentu mengandung hikmah. Tinggal serumah dengan orang tua mengharuskan kita selalu berlapang dada dan terus belajar mengendalikan emosi. Potensi konflik akan terus ada sepanjang waktu, tergantung bagaimana menghadapinya. Bila hati lapang dan maklum, akan lebih ringan menjalani hari-hari. Serahkan semua kepada Sang Pemilik Hati. Kepada-Nyalah berserah dan memohon agar orang tua dilembutkan hatinya.

5. Tegas Membentengi Anak-anak

Bersikap tegas terhadap anak-anak agar tidak mendapat akibat yang kurang baik karena tindakan dan ucapan kakek dan nenek mereka sangat perlu dilakukan. Hal ini penting, karena sering kali suami istri berbeda pola pikir dengan orang tua dan mertua. Nilai-nilai kehidupan dan standar baik-buruk tidak selalu sama. Anak-anak sebaiknya dalam kendali kedua orang tuanya. Nilai-nilai penting yang mengandung kebaikan dalam pengasuhan harus dirasakan anak melalui orang tuanya.

6. Menyampaikan Kebenaran dan Kebaikan dengan Cara yang Tepat.




Orang tua sering kali mudah tersinggung dan sulit menerima perbedaan. Tak perlu ragu menyampaikan kebenaran apa pun risikonya. Sampaikan dengan santun dan penuh hormat. Berikan argumen dengan penuh kasih sayang bila membantah. Harus memiliki kesabaran ekstra menghadapi orang tua, sepahit apa pun perkataan mereka.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, semoga tinggal serumah dengan orang tua menambah barokah dalam rumah tangga. Tidak perlu iri dengan mereka di luar sana yang bisa dengan mudah hidup mandiri tanpa orang tua. Situasi dan kondisi setiap orang tidak selalu sama, bukan?

Sebaiknya orang tua diminta untuk menjelaskan kepada anak-anak yang lain mengapa salah satu dari mereka diminta tinggal serumah. Hal ini penting agar rasa iri itu tidak berkembang dan mengganggu hubungan persaudaraan. Bila masih ada rasa iri, bersabarlah. Waktu akan pelan-pelan mengubah  mereka.

Berbahagialah karena masih diberikan Allah kesempatan menemani orang tua saat mereka melemah dan makin tak berdaya. Belajarlah meluaskan hati bila ucapan mereka menusuk hati. Rida Allah ada pada rida orang tua.

54 komentar on "Ketika Harus Serumah Dengan Orang Tua Setelah Menikah"
  1. Sebagai orangtua pastinya tak akan pisah dengan anaknya walaupun sudah menikah. Masih banyak orangtua merasa takut apabila anaknya menjauh darinya.

    BalasHapus
  2. Saat baru menikah, saya juga sempat setahun numpang di rumah mertua. Alhamdulillah, dikasi rezeki mertua yang baik sehingga tidak ada kendala yang berarti selama berinteraksi dengan mereka.

    BalasHapus
  3. semoga kita selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian ya mbak. setelah menikah langsung nge kos. jadi belum ngerasain tinggal sama mertua. apapun keputusannya, semoga baik untuk seluruh keluarga amin..

    BalasHapus
  4. Saya blm merasakan tinggal bareng keluarga ato mertua. Karena sejak lulus sekolah saya udah mandiri. Alhamdulillah menikah dan mandiri meski ngontrak hehe

    BalasHapus
  5. saya dulu punya target tinggal bersama orang tua maksimal 2 tahun. setelah itu harus mandiri, walaupun ngontraktor. he he...

    BalasHapus
  6. Saya selalu salut dengan orang-orang yang bisa tinggal serumah dengan orang tua maupun mertua dengan akur.Sebab, itu tidak mudah. Tetapi jika akur dan bahagia, pahala juga rezeki deras mengalir. Makanya saya salut.

    Soalnya papa saya malah menyuruh saya untuk segera keluar rumah sesudah menikah. Lebih baik, hidup berdua dengan suami. Baik sedih maupun senang, biar sama suami saja. Jadilah, biar lebih mengenal dan saling menghargai. Begitulah kata papa. Semua pilihan memang ada resiko masing-masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salut dengan Papa. Beliau mengajarkan kebijaksanaan dan mengajak realistis. Serumah dengan orang tua/mertua relatif lebih banyak masalah dibanding hidup sendiri bersama suami saja.

      Hapus
  7. Meskipun rumah kecil/ngontrak, memang lebih enak tinggal terpisah dari orang tua/mertua. Tetapi jika kita harus tinggal dengan orang tua/mertua tidaklah masalah. Yang terpenting komunikasi harus kita jaga dengan baik, dengan komunikasi yang baik maka hubungan dengan orang tua/mertua juga akan baik juga. .

    BalasHapus
  8. Berat memang kalau udah ngomongin tinggal sama ortu /mertua, atau tinggal sendiri aja dgn pasangan.
    Cobaannya berat bgt bagi sebagian besar pasangan kalau tinggal dgn ortu atau mertuanya, bahkam tak jarang yg sampai cerai. Nah, kalau rmh tangga udah gak sehat, lbh baik memang pisah rumah aja kalau emang udah gak bisa diselesaikan dgn baik, bahkan jika penyelesaian dgn ahli agama juga udah gak bisa.

    BalasHapus
  9. Memang hampir semua pasangan menginginkan untuk tinggal terpisah dengan orang tua ya karena agak berat jika ada dua nahkoda dalam satu kapal tentu bakal ada masalah-masalah baru. Tapi ya itu tadi mungkin nggak semua pasangan mempunyai kesempatan yang sama, ada diantara mereka yang mau nggak mau harus tinggal sama ortu mungkin ortunya sakit atau hal-hal lainnya. Kalau saya Alhamdulillah sejak nikah sudah terpisah rumah sekalian belajar mandiri juga hhe

    BalasHapus
  10. Saya saat ini malah merindukan ingin dekat dengan mertua mba. Beliau sudah sepuh. Dan hanya saya dan suami yang belum bisa menemani beliau karena selama ini tinggal di luar pulau. Ingin sekali berani ambil keputusan untuk serumah dengan beliau. Ssbagai tanda bakti kami.

    BalasHapus
  11. semenjak menikah saya juga sudah sepakat sama suami untuk pisah rumah sama ortu. saya juga punya ayah mertua yang sakit diabetes dan sudah diamputasi. makanya cari rumah pun yang deket sama mertua meski gak satu rumah tapi tetap bisa merawat ayah yang sakit. supaya enggak banyak masalah juga ya kalo dalam satu rumah. karena ibu mertua juga lebih setuju saya tinggal beda rumah dan enggak satu rumah.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Kalau bisa setelah berumah tangga ya hidup sendiri jangan ngikut orang tua ada pepadah "Lebi baik Hidup mandiri walau ngontrak". Apalagi yg baru menikah butuh suasana berdua saja, masak seorang istri mau menunjukkan kemesraan kepada suami (keintiman) kalau ada orang tua pasti terganggu.

    Terkecuali orang tua sudah tua dan sakit-sakitan ya wajib tinggal sama-sama :)

    BalasHapus
  14. Saya sudah merasakan tinggal bersama mertua selama 2 tahun. Sekarang sudah misah rumah sendiri. Enak nggak enak sih, tinggal sama mertua. Nggak enaknya ya, ada saudara yg iri karena tidak tinggal serumah dan masalah2 lain. Enaknya bisa sama-sama bersihin rumah dan dimasakin mertua, ha, ha.

    BalasHapus
  15. Harus pintar menjaga hati dan jiwa ya kak ketika sdh menikah dan tinggal dengan ortu krna bagaimanapun mereka lebih senior jadi ya kita yg junior yg hrs bnyk bertengang rasa ..

    BalasHapus
  16. Dulu jauh sebelum saya menikah, ibu selalu kasih nasihat. Jika menikah nanti, usahakan jangan tinggal serumah dengan orang tua atau mertua. Katanya jauh di mata dekat di hati. Kalo dekat di mata, kadang jauh di hati. Hihihi

    BalasHapus
  17. Masing-masing ada suka-dukanya.
    Padahal yang ngerantau tuh kadang pengin banget bisa tinggal bareng orangtua/mertua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kaaan. Begitulah kalau jauh, ada rindu. Kalau dekat?

      Hapus
  18. Emang drama menantu mertua sering terdengar di telinga. Namun bila saling tenggang rasa, banyak mengalah, insyaAllah semua bisa diminimalisir.

    BalasHapus
  19. Kalau dari pihak perempuan, tinggal dengan orangtua kita (perempuan) mungkin masih bisa diatasi ya, mbak. Secara orangtua kita (si perempuan) udah tahu bagaimana watak kita, apalagi klo ibu mertua sayang sama suami kita. Tpi bagaimanapun sebenarnya hampir semua orang menginginkan rumah tangga yang idela, rumahtangga yang dibangun berdua tanpa campur tangan orang lain.

    Say sendiri sebenarnya pengin merawat ibu saya yang tinggal hidup sendiri di kampung dan saya suruh pindah ke rumah saya (rumah suami), tetapi ibu nggak mau. dan saya nggak mungkin juga ninggalin suami demi ibu, Hanya bisa mendoakan agar ibu sehat dan dalam lindungann-Nya.

    BalasHapus
  20. Berlapang dada dan tegas tentang anak... itu agak sulit. Apalagi keluarga muda. Tapi keluarga yg sudah tua juga tambah tak mudah karena masalah harga diri. Kecuali jika memang dibutuhkan, bisa sedikit meringankan.

    Semangat selalu. Itu cara elegan belajar sabar.

    BalasHapus
  21. Saya k, hihi karena ibu saya sudah sering sakit jadi saudara laki-laki semua mengharuskan saya menemani ayah dan ibu. Saya pun tutup kuping dengan sindiran yang terdengar miring. InsyaaAlloh ridho suami dan orangtua memudahkan saya aamiin

    BalasHapus
  22. Selalu ada konsekuensi untuk setiap pilihan. Termasuk mau tinggal serumah atau tidak dengan orang tua/ mertua. Menurutku yang penting, pasangan suami istri sepaham dulu. Jangan sampai pilihan yang diambil membebani salah satu.

    BalasHapus
  23. wuaaaa harapan terbesarku pertama klo nikah bsok mgkin ga serumah sama mertua, lbh milih untuk kontrak dulu mungkin yaaa..untuk ngurangin atau menghindar dri konflik aja

    tapi who knows ya kak, kadang rencana ga slalu sama kayak realita atau rencana kita

    BalasHapus
  24. Karena merantau, saya memang tinggal sendiri sama suami. Tapi kalau balik kampung gak tau nih. Tapi pengennya tetap sendiri sih. Cuma gak tahu kalau ada kondisi tertentu

    BalasHapus
  25. Saya pernah dua bulan tinggal serumah Orangtua. Dan...rasanya sungguh tidak mengenakkan. Hehe... Tidak bisa bebas

    BalasHapus
  26. Sebenarnya memang baiknya setelah menikah itu tinggal berdua biar lebih mandiri, pernah denger ceramah kalo orang tua memaksa anaknya untuk tetap tinggal serumah dengannya gimana anak mau mandiri jangankan rumah kebeli sendokpun ga akan kebeli karena udah ada punya mertua, coba kalo tinggal berdua mereka akan mandiri membeli kebutuhan atau perlengkapan rumah sendiri, kurang lebih begitu hehe

    BalasHapus
  27. Wah, setuju banget dengan poin-poin yang dijabarkan. Walaupun aku masih lama nikah, tapi aku udah berkomitmen untuk nggak tinggal serumah dengan orangtua sama istri :D Thanks udah sharing, bagus banget kak!

    BalasHapus
  28. Tinggal berdua dengan pasangan (atau plus anak kalau sudah ada), meski di kontrakan sempit rasanya jauh lebih merdeka daripada di pondok mertua indah....

    BalasHapus
  29. Saya setuju penuh dengan Mbak Dian, lebih baik memang tinggal terpisah meskipun masih ngontrak. Minimal tidak ada aib pasangan yang bisa didengar oleh orang lain, dan setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik

    BalasHapus
  30. wah hidup dengan orang tua setelah menikah, g ada habisnya pembahasan ini say. hihi. saya termasuk salah satunya, 2 tahun ini mesti bersabar dulu krn ya salah satunya mertua yang sudah tua, bismillah ya. ya jadi curhat dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga diberi kekuatan untuk bersabar. Jangan lupa selalu kompak dan sehati dengan suami agar semua dijalani dengan mudah dan ringan. Juga ikhlas.

      Hapus
  31. Tinggal terpisah dari ortu itu, nggak enaknya kalau lagi sakit. Terasa banget butuh orangtua menemani. Kangen masakan ibu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi ... iya, kalau masakan ibu sih pasti ngangenin ya. Tp kalau tinggal serumah, tentu rasa kangen itu nggak ada

      Hapus
  32. Aku sekarang juga tinggal di rumah orang tua karena kondisi tertentu yang mbak sebutkan itu. PR nya memang membentengi anak. Apalagi anakku sekarang lengket banget sama utinya. Maunya main sama utunya dari pada saya. Padahal, ada nilai-nilai yang harus saya tanamkan ke anak saya untuk memperbaiki kualitas generasi selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini nih yang rentan konflik. Pelan tapi pasti, anak harus lebih dekat dengan ayah ibunya, bukan utinya. Harus ada upaya serius sebelum semua terlambat.

      Hapus
  33. Mnrt sy enggak masalah serumah dg ortu atau mertua stlh menikah. Ambil hikmahnya Aja. Menemani mereka saat lanjut usia, beruntung bisa merawat mereka. Semoga jd ladang Amal ibadah.

    BalasHapus
  34. Alhamdulillah udah tinggal mandiri. Memang kalau tinggal sama ortu or mertua ada rasa sungkan, ya. Bener banget kalau harus tinggal serumah dengan ortu atau mertua memang harus banyak bersabar dan memaklumi kondisi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah, ikut bahagia, Mbak. 😊

      Hapus
  35. MaasyaAllah mba, tinggal serumah dengan orangtua bisa jadi jalan pemudah ke surga ya. Asal kita mindful dan ingat terus pahala besar di tengah badai ketidakenakan. Serumah atau tidak serumah dengan orangtua, yang penting adalah tidak membandingkan dan do what the best we can di kondisi yang Allah tetapkan sekarang. Semoga Allah lapangkan selalu hati kitaa (utamanya hatikuu)

    BalasHapus
  36. Kalau mertuanya asyique dan nggak ribet kayaknya oke aja, apalagi rumahnya "terpisah" atau bahasa ramahnya "tersekat". Misalnya, mertua di lantai bawah, kita di lantai atas... lagipula, ngirit duit kontrakan kalau memang belum mampu beli rumah...
    Tapi, kalau saya tetap milih pisah dari mertua atau orang tua, hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi ... iya ya ... disekat tetap bisa dibilang terpisah. Tp betul, Mbak. Kalau tidak ada alasan tertentu, sebaiknya tidak tinggal serumah.

      Hapus
  37. Alhamdulillah, dari awal nikah hingga kini... aku belum pernah ngerasain tinggal bareng ortu aku atau mertua. Mungkin aku hanya bisa bilang sabar dan tabah buat mereka yang harus tinggal dengan orang tua pada saat menikah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah, ikut bahagia, Mbak. Semoga kita selalu sabar menghadapi orang tua kita, serumah ataupun tidak.

      Hapus
  38. Ada plus minusnya sich...anyara tinggal bareng atau mandiri... tapi kembali lagi keputusan harus diambil.berdasarkan kesepakatan bersama...bukan salah satu pihak saja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu, jadi setiap konsekuensi ditanggung bersama

      Hapus
  39. Tinggal serumah dengan orangtua/mertua memang punya ceritanya sendiri ya Mbak, tergantung bagaimana kita menyikapinya saja. bisa tinggal dengan orangtua juga bisa jadi tabungan kita untuk hari kelak jika kita bisa mengurusinya dengan baik, apalagi jika orangtua memang sudah butuh perhatian lebih.

    BalasHapus
  40. hiks... saya banget ini. karena saya
    juga tinggal sama orang tua. sering sakit hati kalau gak sesuai. tapi ditahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyesek, ya .... Tapi kalau sabar dan ikhlas, Insya Allah hati lebih tenang. Dan kita harus mengupayakan.

      Hapus
  41. Sudah merasakan dua tahun tinggal dengan orang tua (mertua) dan emang harus memperbanyak sabar sih. Eh bukan cuma sabar saja malah seharusnya bersyukur ya Mbak karena kita masih bisa merawat mereka selagi tinggal bersama.

    BalasHapus
  42. Aduh jd berabdai2,besok lusa kl udh menikah pengin juga tinggal di rumah sendiri, bukan karena nggak syg sm ortu atau mertua tp demi hubungan yg aman. Wkwk
    Lah ini udh bayangin aja🤣

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9