7 Cara Mengatasi Anak Manja

Jumat, 27 September 2019


Bagaimana cara orang tua menghadapi anak manja? 
Membiarkannya?
Terus menuruti keinginannya?

Orang tua mana yang anaknya tidak pernah rewel?
Tidak pernah merengek?
Atau tidak pernah merajuk?

Setiap anak tentu punya saat tidak tenang, tidak patuh, dan semaunya sendiri. Pada tahap usia tertentu, anak belum mampu mengelola keinginannya sehingga apa pun yang diinginkan selalu minta dipenuhi, bahkan ingin segera.

Sebagian orang tua kadang tidak konsisten, tidak disiplin, dan kadang terlalu mengalah dengan anak. Mereka menganggap hal itu wajar saja atas nama cinta dan sayang kepada anak, padahal justru sikap itulah yang memicu anak menjadi manja.

Ketika tidak terpenuhi keinginannya, anak manja akan marah, memukul, menendang, atau melempar barang. Tidak jarang, tindakan buruk tanda protesnya itu melukai dirinya sendiri. Orang tua akan dihadapkan pada situasi sulit, antara mengabaikan atau memperhatikan. Menghadapi anak yang sudah telanjur manja seperti itu memang tidak mudah. Namun, orang tua tetap harus mencari tahu caranya untuk mengatasi.

Bagaimana caranya?

1. Beri Penjelasan Sederhana



Anak harus diberi penjelasan saat dia menangis atau marah karena keinginannya tidak terpenuhi. Penjelasan yang diberikan tentu harus sederhana agar anak mudah memahami dan tidak mengulangi lagi. Bila sedih dan marahnya tidak kunjung berakhir, berikan lagi penjelasan baru yang lebih mengena dan lebih sederhana.

2. Konsisten



Bila aturan sudah dibuat, pastikan menerapkannya secara konsisten. Anak akan bingung bila orang tua tidak konsisten. Kadang dibolehkan, kadang tidak. Kadang begini, kadang begitu, mana yang benar jadi tidak jelas.

3. Beri Pujian



Saat anak telah berusaha mematuhi aturan orang tua, berikan pujian tulus. Tunjukkan kepada anak bahwa orang tua menghargai kemauannya berbuat baik seperti harapan orang tua. Pujian juga berguna untuk menambah rasa percaya diri dan keyakinannya akan dukungan orang tua untuknya.

4. Beri Hukuman



Jangan segan memberi hukuman bila anak tidak sesuai dengan aturan yang dibuat orang tua. Tentu bukan hukuman yang memberatkan. Hanya hukuman sebagai tanda orang tua kecewa atas perilaku tidak baiknya. Biarkan anak merasakan kekecewaaan orang tua dengan caranya.

5. Beri Petunjuk Perbuatan Baik dan Buruk



Terkadang, anak tidak berbuat baik karena belum melihat contoh langsung. Buatlah anak paham mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk dengan penjelasan sederhana yang mudah dipahami.

6. Bersikap Tegas, Tetapi Tidak Kasar



Bersikap tegas penting untuk menunjukkan bahwa orang tua ingin perbaikan atas sikap dan perilaku buruk anak. Hindari bersikap dan berkata kasar, meskipun untuk tujuan yang baik. Jadikan anak merasakan bahwa ketegasan orang tua adalah bukti kasih sayangnya.

7. Menahan Diri



Saat sedang emosi, baik karena anak atau bukan, lebih baik menghindar dulu dari anak. Hal ini agar anak tidak menjadi sasaran kemarahan yang berdampak negatif bagi anak. Orang tua sebaiknya belajar menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sikap manja sebetulnya wajar saja terjadi pada anak. Namun, bila berlebihan tentu tidak baik bagi tumbuh kembangnya. Sebagai orang tua, menunjukkan kasih sayang terhadap anak ditunjukkan dengan menuruti keinginannya tentu wajar saja, asalkan tidak berlebihan. Bila berlebihan, bisa membuat anak tidak menghargai orang tua dan cenderung menjadikan orang tua tidak berguna di mata anak.

Tidak ada yang ingin memiliki anak manja dan tidak mandiri. Oleh karena itu, sikap dan perilaku orang tua harus benar-benar dijaga agar tidak sampai membuat anak terlalu bergantung dan manja.
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9