6 Trik Mudah agar Anak tidak Malas Belajar

Sabtu, 28 September 2019


Pernahkah mendengar anak menebar janji saat diajak belajar?

"Nanti, Bu."

"Iya, Bu, sebentar lagi."

"Sudah, Bu. Kok disuruh lagi, sih? Tadi sudah belajar."

"Malas, Yah, aku nggak mau belajar, capek."

Sebagian anak merasa belajar di rumah adalah aktivitas yang kurang menyenangkan. Selain karena sudah lelah belajar di sekolah, antara lain karena di rumah terlalu banyak hal yang lebih menarik daripada belajar, seperti bermain bersama teman, menonton TV, dan bermain game via Hp. Faktanya, memang anak-anak, terutama usia TK dan awal SD, menganggap belajar adalah sesuatu yang membosankan dan melelahkan.

Hal ini tentu mengkhawatirkan bila terus berlanjut sampai usia SMP apalagi SMA. Belajar adalah kebutuhan hidup. Apa jadinya bila seorang anak tidak suka belajar. Oleh karena itu, perlu trik khusus agar anak tidak menolak diajak belajar dan menyukai ilmu pengetahuan.

Bagaimana caranya? Yuk, simak trik ala saya berikut ini.

1. Ubah Cara Pandang tentang Belajar



Selama ini, anak memahami bahwa yang dimaksud belajar adalah duduk manis di depan meja sambil membaca atau menulis. Orang tua harus mengubah cara pandang anak agar tidak berpikir sempit tentang belajar. Bermain kartu angka dan huruf, bermain monopoli, menonton film motivasi, atau menggambar, juga disebut belajar. Jadi, belajar adalah semua aktivitas yang menambah pengalaman dan pengetahuan, serta membuatnya paham akan banyak hal. Tentu tidak terbatas hanya duduk diam saja sambil membaca dan menulis.

2. Ajak Anak Kunjungi Tempat Penting




Sesekali ajak anak mengunjungi tempat-tempat penting yang terdapat ilmu pengetahuan, seperti museum, kebun binatang, dan taman flora. Bila anak pergi bersama teman-teman dan gurunya di sekolah tentu lebih baik. Anak akan belajar mengeksplor banyak ilmu sambil rekreasi.

3. Dampingi Saat Anak Belajar





Duduklah di dekat anak saat mereka mulai mempelajari banyak hal. Dampingi dan siapkan diri untuk menjelaskan hal-hal yang tidak dimengerti. Tentu saja disesuaikan dengan kemampuan anak. Yang penting, anak belajar dengan riang dan tanpa paksaan.

4. Jangan Paksakan Durasi




Saat anak mulai duduk manis atau belajar apa saja dengan santai dan riang, tidak perlu memaksakan harus berapa lama. Pastikan dulu anak memiliki rutinitas belajar yang nyaman dan fokuskah pada konsistensi, bukan pada durasi.

5. Tidak Bandingkan Anak



Tidak perlu membandingkan anak dengan temannya, meskipun untuk tujuan memotivasi. Nikmati saja seberapa pun dan sejauh apa pun pencapaiannya. Latih terus menjaga semangatnya dan tidak lelah memotivasi untuk menggali hal-hal baru, baik dengan membaca, menulis, mewarnai, maupun bercerita.

6. Beri Teladan




Orang tua harus menjadi teladan terbaik bagi anak. Sesibuk apa pun sempatkan membaca buku, mendengarkan berita, atau melakukan apa saja yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Buat anak meyakini bahwa orang tuanya memberi contoh yang baik untuk perkembangan kemampuannya.

Bagaimana triknya? Mudah, bukan? Tidak sulit bila mau mencoba dan terus berusaha.

Jangan patah semangat bila anak belum mau mengisi harinya dengan belajar. Berikan sebanyak-banyaknya masukan tentang manfaat belajar dan apa akibatnya jika malas. Bila memungkinkan, berilah anak contoh nyata di sekitar tentang akibat malas belajar. Hal ini berguna untuk membuat anak lebih berhati-hati dan terdorong untuk semangat belajar.

Selamat mencoba.


Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9