Membacakan Buku untuk Anak: Upaya Mencerdaskan Sejak Dini

Minggu, 01 September 2019
Setiap orang tua tentu ingin anaknya cerdas. Keinginan membuat anak cerdas dimulai sejak masih dalam kandungan. Mulai memberi makanan bergizi, memperdengarkan musik religi atau bacaan Alquran, hingga memberi stimulus-stimulus lain oleh ibu. Apa tujuannya? Tentu agar anak menerima banyak informasi sejak masih dalam kandungan.

Setelah dilahirkan, anak juga diberi banyak stimulus sesuai tahapan usia. Tujuannya tidak lain adalah agar anak cerdas, berani mencoba hal baru, dan selalu tertarik untuk belajar.

Termasuk dalam upaya mencerdaskan anak adalah membacakan buku. Sebagian ibu melakukan hal ini saat anak masih dalam kandungan. Penelitian para ahli menyebutkan bahwa membacakan buku saat bayi masih dalam kandungan membuat perkembangan otaknya berkembang pesat.

Adapun tiga manfaat membacakan buku pada janin adalah sebagai berikut.

1. Merangsang Gerak Janin

Saat cerita dibacakan, ibu bisa mengusap perut atau berkomunikasi dengan suara lembut. Sentuhan ibu akan dihantarkan oleh kulit perut dan air ketuban pada janin. Pada usia kehamilan tertentu, janin akan memberikam respons balik berupa tekanan dari dalam.

2. Mengenalkan Janin pada Orang Terdekat

Bayi baru lahir akan memberikan respons yang sangat baik terhadap orang di dekatnya yang sering didengar semasa masih dalam kandungan. Hal ini tentu membuat bayi lebih mudah ditenangkan karena telah hafal dengan suara orang di dekatnya.

3.  Menstimulasi Pendengaran dan Respons terhadap Suara
   Pendengaran dan 
Kemampuan mendengar bayi sudah berfungsi dan mampu merespons suara saat usia kehamilan 25 minggu, meskipun perut ibu dikelilingi air ketuban. Stimulasi yang konsisten di usia ini akan membuatnya lebih banyak belajar dengan mengenal suara-suara baru.

Saat mendengarkan cerita yang dibacakan oleh ibu, janin mencoba menyerap berbagai informasi dari suara yang didengar. Hal ini membuat otak janin menjadi lebih aktif. Tidak hanya itu, hubungan ibu dan anak tentu makin terbentuk dan keduanya jadi lebih rileks.

Jangan khawatir merasa terlalu cepat mengajak janin belajar banyak hal. Aktivitas sederhana ini akan berpengaruh besar saat sudah di usia balita. Anak yang mendapat banyak stimulus sejak dalam kandungan relatif lebih cerdas, lebih responsif, dan lebih mudah belajar bahasa.

Bagaimana setelah anak lahir? Tentu saja aktivitas membacakan buku ini sebaiknya dilanjutkan. Sebagian orang tua mungkin tidak membacakan buku kepada buah hatinya dengan alasan tidak ada waktu atau malas. Sebagian lagi malah menganggap tidak perlu. Padahal, membacakan buku pada anak memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Melatih Anak Berimajinasi

Membacakan buku, terlebih buku petualangan akan memperkaya wawasannya dan merangsang daya imajinasinya. Sambil membaca, bisa disisipkan nilai-nilai kehidupan.

2. Menambah Kosakata Baru

Mendengarkan dan menyimak buku yang dibacakan membuat anak belajar banyak kosakata baru. Malin banyak mendengar, makin baik pula kemampuan bicaranya.

3. Membangun Kemampuan Berpikir Anak

Dengan mendengar banyak hal baru dari buku yang dibacakan, membuat anak melatih konsentrasi, melatih atensi, mengembangkan kemampuan nalarnya, sekaligus kemampuan menggunakan kata-kata.

4. Membantu Anak Mengenal Konsep

Anak yang rutin dibacakan buku tidak hanya menambah kosakata baru dan mengembangkan daya nalarnya, tetapi juga belajar mengenal konsep tentang segala sesuatu yang ada di sekitarnya, seperti bentuk, warna, angka, huruf, sebab akibat, dan sebagainya. Hal ini penting untuk bekal anak mempelajari hal penting lain di masa yang akan datang.

Sederet manfaat di atas bisa diwujudkan apabila ada kesungguhan dari orang tua, terutama ibu, untuk menyisihkan sebagian waktunya membacakan buku untuk anak. Membacakan buku tentu akan meningkatkan kualitas hubungan ibu dan anak. Pilihlah buku yang menarik, baik dari covernya maupun isinya. Bacakan dengan penuh cinta dan tidak terburu-buru. Yang tidak kalah penting, perhatikan intonasi suara dan buatlah anak bahagia saat mendengarkan.

Mengapa sebaiknya memilih buku yang covernya menarik? Ternyata, bagian luar buku bisa membuat anak penasaran dengan isinya. Terlebih lagi, bila anak sudah mulai lancar berkomunikasi dan mulai bisa mengeluarkan pendapat, anak akan memilih yang warnanya terang, gambarnya lucu, dan membuatnya ingin segera melihat isinya.

Seperti pictbook terbitan Wonderland Publisher berikut ini. Warnanya yang cerah dan gambarnya yang lucu membuat anak tertarik ingin tahu isinya. Ada tiga macam dalam satu paket, yaitu tentang hewan, buah, dan sayur, berisi puluhan cerita nasihat yang mudah dicerna untuk anak usia 6 sampai 12 tahun. Bila sudah lancar bisa membaca, jadikan anak memiliki rutunitas membaca buku setiap harinya agar harinya lebih bermakna.



#Day1
#ODOP
#EstrilookCommunity


Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9