5 Tips Berpakaian Syari, tetapi Tetap Modis dan Bebas Beraktivitas

Rabu, 15 Januari 2020




Pakaian adalah identitas seseorang. Kita sering kali bisa menebak karakter dan kepribadian seseorang dari caranya berpakaian. Meskipun memang tidak bisa menilai baik atau buruknya kepribadian seseorang, melihat cara seseorang berpakaian bisa menceritakan sedikit kepribadiannya.

Akhir-akhir ini, pakaian syari sudah menjadi pakaian keseharian para muslimah. Tampil modis dalam balutan pakaian muslimah saat pergi ke mana saja menjadi semacam kebutuhan. Selain menjaga sopan santun dalam berpakaian sehari-hari, juga dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menunjukkan identitas karena sesuai perintah Allah.

Al Qur'an Surat Al  Ahzab: 59

 أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kita patut bersyukur karena hal ini menunjukkan kepedulian sebagian besar muslimah pada tuntunan agama tentang berpakaian. Seperti yang diperintahkan Allah dalam Al Qur'an Surat An-Nuur ayat 31.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُو

Artinya:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Meningkatnya tren fashion muslimah memberikan kemudahan untuk memilih dan memadupadankan motif dan warna pakaian dengan kerudung yang juga sangat beragam model dan jenisnya. Tren para muslimah akhir-akhir ini lebih mementingkan keleluasaan dalam bergerak atau beraktivitas dalam berpakaian, tetapi tetap syari. Dipilihnya pakaian syari casual  oleh sebagian muslimah menunjukkan bahwa kepedulian mereka terhadap pakaian yang sesuai syariah sangat tinggi. Para desainer mode merancang dengan sangat memperhatikan kebutuhan muslimah berpenampilan yang baik, leluasa bergerak, tetapi tetap syari.

Berpakaian syari tanpa ribet dan tetap beraktivitas dengan leluasa.  Apakah bisa?

Banyak orang menyangsikan hal ini.  Faktanya, sebagian orang mengidentikkan pakaian syar'i dengan keterbatasan gerak, ribet, dan tidak modis. Hal ini tidak seratus persen salah. Sebagian orang merasa pakaian Islami terutama gamis syari adalah pakaian yang tidak bisa dibuat modis. Warnanya yang monoton dan modelnya yang kaku membuat pakaian ini tidak nyaman dipandang. Untungnya, ada brand yang memenuhi kebutuhan muslimah yang bisa tetap bergerak leluasa, tetapi tetap trendi dan syari, yaitu Rosmala Syari

Melalui www.rosmalasyari.id,  perempuan yang ingin tampil modis, trendi, anggun, dan elegan, tetapi tetap syari bisa terpenuhi dengan sangat mudah. Ada 5 tips yang bisa dicoba.

1. Mengenakan Outer Berbahan Katun yang Bisa Dipadupadankan dengan Inner yang Beraneka Macam

Sumber foto: Rosmala Syari


Outer yang tampilannya sebagai gamis ini bisa dikenakan untuk berbagai acara. Kain katun toyobo sebagai bahan outer memiliki tekstur lembut yang cocok untuk orang-orang di daerah beriklim tropis. Saat dipakai tidak mudah membuat gerah. Keunggulan kain katun toyobo adalah serat kainnya kuat dan rapat, serta serabut benangnya tidak mudah terburai.

Outer Senja dari Rosmala Syari didesain casual dengan model kimono agar bebas berekspresi.

Outer ini menggunakan aksen tali di bagian luar dan dalam sesuai fungsinya yang bisa memberikan kesan ramping.

Padu padan outer dengan inner gamis, celana kulot atau rok akan menambah cantik dan lebih stylish tampilannya.


Detail:
-  Material Toyobo original
- Merah model kimono dengan tali di bagian dalam dan luar outer
- PB 135 cm
- Ada saku di kanan kiri
- Tersedia warna:
Dusty pink, Hitam (material Toyobo): harga Rp. 375.000,00
Moka (Katun wool yang tebal, halus dan dingin): harga Rp. 425.000,00


2. Mengenakan Gamis Beraneka Corak untuk Tampilan Casual

Sumber foto: Rosmala Syari


Sebagian orang percaya, warna pakaian mempengaruhi semangat beraktivitas. Mood dan gairah bekerja bisa dipengaruhi warna pakaian yang dikenakan. Mengenakan gamis beraneka warna dan corak sedikit banyak berpengaruh pada semangat beraktivitas. Apakah Anda juga begitu? Kalau ya, Gamis Syukur Rosmala Syari sesuai untuk menemani mobilitas Anda. Pakaian syari casual  cocok bagi Anda yang memiliki banyak target harian,  mobilitas tinggi, dan penuh kreativitas.

Gamis Syukur didesain dengan sepenuh cinta. Insyaa Allah bisa memberikan kecantikan dan keanggunan, yang mampu membuat kita senantiasa bersyukur.

Paduan warna dan aplikasi motif yang cantik, sehingga menjadikan Gamis Syukur terkesan eye cathing dan elegan.

Modelnya yang simpel, sangat direkomendasikan untuk penikmat gaya casual yang fashionable.


Detail:
• Bahan Toyobo original yang bertekstur halus, lembut, tebal dan dingin. Sehingga mampu memberikan efek jatuh dan kenyamanan sepanjang hari.
• Aplikasi katun jepang premium yang tebal, halus dan dingin.
• Model A Line dengan plisket di bagian lutut.
• Kerah bulat dengan aksen potongan V di bagian dada.
• Resleting YKK bakar yang menjadi ciri khas gamis Rosmala Syari.
• Manset tangan dihiasi dua buah kancing dengan aksen salur dan list yang cantik.
• Terdapat kantong di kanan kiri
Tersedia size S|M|L|XL|XXL

Harga Rp. 359.000,00
XXL ke atas dikenakan tambahan biaya Rp. 30.000,00/size.


3. Mengenakan Gamis yang Sesuai untuk Acara Formal Sekaligus Santai

Sumber foto: Rosmala Syari

Bagaimana rasanya mengenakan gamis syari yang bisa sekaligus untuk acara formal maupun santai? Pasti menyenangkan! Anda tidak perlu repot-repot berganti pakaian bila dalam satu hari ada dua acara yang harus dihadiri.

Sakinah Series dari Rosmala Syari adalah gamis yang memadukan wollycrepe dan brocade warna senada.

Bisa dipakai untuk acara formal dan juga santai. Insyaa Allah tetap nyaman!


Detail:
- Material Wollycrepe yang halus dan lembut, tidak menerawang.
- Cutting semi clock dengan kerutan asimetris yang diaplikasikan dengan brocade.
- Terdapat saku di kedua sisi
- Manset tangan dengan aksen brocade dan dua buah kancing
- Bukaan depan zipper bakar YKK yang menjadi ciri khas Rosmala
- Khimar non pad berlapis dengan jahitan 3 baris
- Cutting asimetris dilapisi aksen brocade dengan model split hand.

Harga: Rp. 462.000,00

4. Mengenakan Gamis yang Tidak Menyulitkan Saat Berwudhu

Sumber foto: Rosmala Syari


Hal ini yang kadang dilupakan sebagian muslimah. Terlalu fokus pada model, motif, jenis kain, tetapi kurang perhatian pada kenyamanan saat berwudhu. Gamis Rindu dari Rosmala Syari menggunakan material linen euro yang memiliki serat benang yang longgar dan adem, memudahkan Anda saat berwudhu.

Gamis Rindu didesain casual, simpel, nyaman, dan unik dengan sentuhan aplikasi jahitan di bagian sakunya.

Detail:
- Material linen euro yang tebal dan dingin
- Model A Line dengan kerutan di bagian pinggang
- Bukaan depan dengan aksen kancing
- Saku kiri kanan
- Tangan karet yang memudahkan berwudhu
- Tersedia size S| M| L| XL

Harga Rp. 339.000,00

5. Mengenakan Khimar yang Simpel, tetapi Menutup Dada

Gamis anggun dan bahan yang nyaman harus dipadu dengan khimar simpel pula.

Khimar Shafa

Sumber foto: Rosmala Syari


Didesain dengan dua pilihan model basic dan layer unik, khimar ada lima warna memikat, yaitu
Dusty peach, Grey, Choc,  Denim, dan Dusty pink


Detail:
Non pad dengan jahitan rapih
Panjang depan 98 cm
Panjang belakang 130 cm
Harga Rp. 225.000,00


Khimar Aisyah

Sumber foto: Rosmala Syari

Khimar ini hadir untuk memenuhi kebutuhan berhijab syari yang nyaman karena menggunakan bahan jetblack.

Si hitam pekat yang super comfy ini bertekstur tebal, tetapi ringan melayang saat digunakan dan tidak tembus pandang. Warna hitam pekat didapat dari dua kali pencelupan sehingga menjadi lebih berkualitas dibandingkan warna lain

Khimar ini bermodel sederhana dan casual, tetapi tetap modis dan tidak berlebihan.

Penggunaan aksen authentic ykk zipper makin menambah kecantikannya. Bagi penggemar pakaian muslimah #syaricasual, Khimar Aisyah sangat cocok menemani kesibukan dan hari-hari padat Anda.
Harga: Rp. 250.000,00.


Khimar Shafiyah

Sumber foto: Rosmala Syari

Sumber foto: Rosmala Syari

Khimar ini menggunakan material voile dari kapas ringan yang memiliki tekstur halus dan lembut sehingga nyaman sekali saat digunakan.


Detail :
-  Model berbentuk lancip di depan.
- Lekukan di bagian tangan yang membuatnya lebih casual dan stylish.
-  Non pad dengan jahitan yang tetap membentuk wajah.
-  Panjang depan 100 cm
-  Panjang belakang 130 cm
-  Harga Rp. 229.000,00
-  Tersedia warna :
Marun, Taupe, Mustard, Mocca,  Mint, Thai tea, Shapire.


Beberapa khimar di atas hanya sebagian saja dari banyak pilihan lain di Rosmala Syari.  Berpegang teguh pada syariat yang mengharuskan muslimah berpakaian syari, yaitu tidak tembus pandang, menutup dada, tidak menyerupai laki-laki, dan tidak menunjukkan lekuk tubuh, brand ini menyajikan keanggunan berkelas dalam setiap desain gamis dan khimarnya.

Kelima tips di atas bisa menjadi acuan untuk tetap syari walaupun ingin tampil modis dan leluasa beraktivitas. Jangan ragu memadupadankan produk-produk gamis syari Bandung ini agar Anda dapat lebih berkreasi dan memainkan imajinasi warna, model, dan motif menawan dari Rosmala Syari.

Santi Rosmala sebagai Owner Rosmala Syari memiliki perjalanan bisnis yang penuh liku hingga sampai di posisinya sekarang. Bisa memiliki brand berkualitas pakaian muslimah kekinian. Mulai dari menjalani bisnis online sebagai reseller produk fashion Bangkok pada tahun 2008, hingga hijrah menjadi Rosmala Syari pada tahun 2015- 2017 dengan fokus bisnis online dan menjaring reseller. Terakhir, pada tahun 2018 - 2019 fokus di bisnis melalui website (ecommerce), marketplace (Shopee dan Tokopedia, Facebook, dan Instagram Marketing). Kegigihannya menginspirasi banyak pelaku bisnis dan produknya digemari karena kualitas dan keanggunannya tidak diragukan.

Yang menarik, Rosmala Syari pernah lolos kurasi dan ikut acara Bandung Fashion Week 2019, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan Disbudpar Kota Bandung agar dapat mempersiapkan diri menuju MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). MEA adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar sesama negara-negara ASEAN. Sungguh suatu pencapaian hebat sebuah bisnis fashion bisa terlibat dalam ajang tersebut.

Sumber foto: Rosmala Syari


Rosmala Syari dapat dihubungi di media sosial berikut ini:


Instagram
Instagram.com/rosmalasyari

Website
http://rosmalasyari.id/

Fanpage
Facebook.com/gerairosmala



*Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge Rosmala Syari




Wisuda XIV STT Bandung: Persembahan Prestasi Terbaik untuk Bangsa

Minggu, 12 Januari 2020


Hari Sabtu, 11 Januari 2020 adalah momen penting bagi para wisudawan XIV STT Bandung.  Bertempat di Harris Hotel & Conventions, acara penuh hikmat dan takzim digelar penuh suka cita yang dimulai pukul 08.00 WIB.

Sumber foto: Titik Wihayanti

Acara wisuda kali ini diikuti oleh 209 wisudawan, dengan komposisi sebagai berikut:

1.     Wisudawan dari Prodi Teknik Industri sebanyak 113 orang;

2. Wisudawan dari Prodi Teknik Informatika sebanyak 70 orang;

3. Wisudawan dari Prodi Desain Komunikasi Visual sebanyak 26 orang. 

Total wisudawan XIV ini lebih banyak daripada wisudawan XIII yang berjumlah 183 orang. Alhamdulillaah ... peningkatan ini patut disyukuri sebagai wujud kesungguhan semua pihak dalam menggalakkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kehadiran Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A


Sumber foto: STT Bandung


Rangkaian acara wisuda dibuka dengan penampilan Tari Jaipong. Sebuah tarian tradisional khas masyarakat Sunda yang terkenal dengan gerakannya yang lincah, energik, dan unik ini tampil memukau sebagai ungkapan selamat datang.Tarian ini sukses menambah suasana ruangan wisuda diliputi kekhasan yang mencerahkan. Wajah-wajah bahagia melebur dalam iringan alat musik dan gerakan para penari dari Unit Seni Tari STT Bandung.

Selanjutnya, acara dibuka secara resmi oleh ketua STT Bandung, kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama paduan suara STT Bandung. Suasana makin syahdu saat para hadirin diajak "mengheningkan cipta" sejenak. Tidak lama kemudian, paduan suara menyanyikan mars STT Bandung. 

Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Muchammad Naseer, S. Kom., M.T., selaku ketua STT Bandung. Setelah menyampaikan laporan dan prestasi dosen selama tahun 2019, sambutan dilanjutkan oleh Bapak Dr. Dadang Hermawan selaku pembina yayasan, dan ada pula sambutan dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi.

Setelah sambutan-sambutan dari para petinggi, Bapak Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A maju ke depan sebagai keynote speaker yang akan menyampaikan orasi ilmiahnya. Beliau adalah putra sulung Almarhum Bapak Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, FREng, chairman PT Ilthabi Rekatama, dan Ketua Pelaksana Dewan TIK Nasional. Memandang wajah Bapak Ilham Habibie, ingatan langsung tertuju pada sosok intelektual kebanggaan Indonesia, Bapak BJ Habibie. Caranya bertutur, gaya dan sikap tubuh, sekilas mirip sang ayah. Beliau memaparkan orasi ilmiahtentang Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0.


Sumber foto: Ummi Aleeya

Menurut Bapak Ilham Habibie, ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh negara mana pun di dunia untuk mencapai potensi maksimal masa depan, yaitu:

1.  Berinvestasi ke Human Capital;
2. Berinvestasi ke Ilmu; Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK);
3. Membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan;
4. Meminimalkan kemiskinan.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa inovasi untuk menjawab beberapa megatrends global yang mengubah dunia. Ada lima megatrends, yaitu:

1. Urbanisasi cepat,
2. Perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya;
3. Pergeseran kekuatan ekonomi global;
4. Perubahan demografi dan sosial;
5. Gebrakan teknologi.

Tak bisa dimungkiri, ekonomi di masa mendatang akan dipengaruhi dan dibentuk oleh teknologi, inovasi, dan kewirausahaan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan kebutuhan yang timbul dari kelima megatrends ini.

Sungguh, ini adalah tugas yang tidak mudah. Inovasi adalah paradigma ekonomi masa depan. Inovasi harus tersambung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul dalam bidang pengembangan teknologi. Mereka adalah indivudu berwawasan luas, warga yang menerapkan teknologi untuk mendapatkan solusi terhadap  tantangan dan kebutuham baru dengan cara yang inovatif. Mereka inilah yang disebut inovator

Membentuk sumber daya manusia itu adalah kunci, sistem dan proses pendidikan diubah untuk mencapai tujuan. Mengerti dan menguasai rincian teknologi, inovasi, dan kewirausahaan adalah kunci untuk pengembangan negara dan bangsa di masa mendatang.

MaasyaAllah ... seperti itulah seharusnya generasi muda penerus tongkat estafet bangsa. Unggul dalam bidang teknologi, tetapi tetap menjaga adat dan akhlak. Seperti para lulusan STT Bandung. Sebagai sekolah tinggi yang mencetak sosok-sosok unggul dalam bidang teknologi, STT Bandung menyiapkan para lulusannya siap menghadapi segala tantangan masa depan. Orasi ilmiah Bapak Ilham Habibie diharapkan dapat menambah semangat para wisudawan dan wisudawati, sekaligus menjadi bekal untuk membangun Indonesia lebih baik pada waktu yang akan datang.

Wisudawan Terbaik

Dalam acara wisuda XIV kali ini terpilih wisudawan terbaik di setiap prodi sebagai berikut.

Skripsi Terbaik TI

Mahasiswa : VIRGIAWAN CANDRA BHAKTI, S.T
Judul : Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed Dengan Pendekatan Karakuri

Mahasiswa : INDRA RUKMANA, S.T
Judul : Optimasi Produksi Dyeing Finishing dengan Metode Integriter Linear Programming

Mahasiswa : ZAENAL UYUN, S.T
Judul : Perbaikan Produk Meja Belajar Lipat Multifungsi Ergonomis untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar Menggunakan Metode Kansei Engineering 

Wisudawan Terbaik TI

Mahasiswa : DHEYU LAKSMI WULANDARI, S.T

Skripsi Terbaik TIF

Mahasiswa :  DERI HERMAWAN, S.KOM
Judul : APLIKASI 3D VIRTUAL REALITY SEBAGAI MEDIA BANTU TERAPI ACROPHOBIA BERBASIS ANDROID

Mahasiswa : REGINA SUKMA CITRA, S.KOM
Judul : KLASIFIKASI UJARAN KEBENCIAN DEBGAN METODE NAIVE BAYES CLASSIFICATION DI SOSIAL MEDIA FACEBOOK BERBASIS WEB

Mahasiswa : YASTI AISYAH PRIMIANJANI, S.KOM
Judul : Rancang Bangun Sistem Pemutus Aliran Listrik Kwh  Meter Pascabayar Berbasis Web Menggunakan Mikrokontroler.

Wisudawan Terbaik TIF

Mahasiswa : MUHAMMAD RIZAL MUTAQIN, S.KOM

Skripsi terbaik DKV

1. Andri Setiawan, S.Ds - Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah
2. Bagus Arya Suseno, S.Ds - Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung
3. Luthfi Alfaritzi, S.Ds - Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung

Wisudawan Terbaik DKV

Tiffani Zeta D, S.ds

Yang menarik, ada pula wisudawan termuda dan tertua, yaitu:

1. Aulia Prima, lahir 1998
2. Budi Supriyadi, lahir 1971

Sumber foto: STT Bandung

Sumber foto: STT Bandung


Dalam acara wisuda tersebut, ada juga penandatanganan MoU dengan PT Dirgantara Indonesia, Jasa Marga, dan Biofarma. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengucapan janji wisudawan.

Detik-detik Penyebutan Wisudawan Terbaik
Sumber foto: Vie Asano


Menjelang acara berakhir, ada pembacaan puisi untuk orang tua, menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan lagu Syukur. Selanjutnya pembacaan doa dan penutupan rapat senat terbuka. 

Alhamdulillaah ... sekitar pukul 12.00 rangkaian acara penuh hikmat dalam wisuda XIV tuntas seluruhnya. Semoga para wisudawan dan wisudawati mampu menjaga amanah sebagai generasi penerus bangsa yang inovatif, pemimpin masa depan yang terjaga selalu oleh Allah SWT. Aamiin.


*liputan online:  Wisuda XIV STT Bandung, Campus of Innovation, Campus of Technology, Campus of Design, Campus of Creativity, Campus of Future Leader.

5 Tips Mengobati Rasa Putus Asa pada Anak

Kamis, 03 Oktober 2019



Anak-anak sering memiliki beragam keinginan. Bila tidak terwujud, biasanya akan menunjukkan reaksi negatif, seperti ngambek atau marah. Orang tua harus selektif menuruti kemauan anak karena memang tidak semua keinginannya harus dituruti. Sangat bijak bila sejak dini anak dibuat mengerti mengapa tidak semua keinginannya dapat terwujud.

Tercapainya semua harapan dan cita-cita adalah impian semua orang, termasuk anak-anak. Bila telah berusaha dan keinginan belum terwujud, sebagian anak-anak tidak dapat terhindar dari rasa kecewa dan putus asa.

Putus asa adalah hilang harapan. Juga menggambarkan sebuah ketidakberdayaan untuk memperbaiki yang telah sirna. Saat kegagalan tidak disikapi dengan baik dan putus asa menyerang maka anak bisa stres dan akan  mengantarkannya pada kesedihan tak berkesudahan. Orang tua harus tanggap bila anak terlihat putus asa  dan tidak semangat lagi mengupayakan apa yang diinginkannya.

Bagaimana tips membantu anak mengobati rasa putus asanya?

1. Ikhlas Atas Semua Ketetapan Allah

Semua yang terjadi telah sesuai skenario Allah. Dialah sebaik-baik pengatur dan pelindung kita. Mengambil hikmah atas setiap kejadian adalah langkah tepat agar rasa putus asa dapat terobati. Bukankah percuma saja tidak ikhlas, toh semua sudah terjadi. Meskipun tidak mudah memahamkan hal ini kepada anak, sedini mungkin harus berlatih menjaga keikhlasan agar hidupnya tenang.

2. Mencari Sebab Mengapa Bisa Gagal

Kadang kita tidak mengerti mengapa bisa gagal, apalagi seorang anak. Meskipun memang kegagalan adalah takdir, bila kita berusaha mencari sebabnya maka kita akan lebih mudah mengambil hikmah dari setiap kegagalan. Mencari sebab kegagalan tentu tidak bermaksud untuk mencari kambing hitam, tetapi untuk mengevaluasi agar langkah yang keliru di masa lalu tidak terulang kembali. Anak yang terbiasa mengambil hikmah dan pelajaran atas semua kegagalan akan lebih ringan dalam melangkah dan mengambil sikap.

3. Mengatur Kembali Langkah

Kecewa dan putus asa memang manusiawi. Keduanya adalah hal lumrah yang kita alami saat terpuruk. Akan tetapi, bila kita ingin meraih cita-cita, maka langkah baru harus ditempuh, rencana baru harus disusun, strategi baru harus diatur, dan tekad baru harus dikuatkan. Hal inilah yang pelan-pelan harus diajarkan kepada anak. Berpegang pada pengalaman kegagalan yang lalu, ajak anak mengatur rencana lagi.

4. Tidak Mengeluh

Mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan. Setiap kegagalan yang disikapi dengan mengeluh hanya akan memunculkan masalah baru. Ajak anak belajar menghadapi semua yang terjadi dengan lapang dada. Merelakan semua yang hilang meski tak kembali justru akan memunculkan semangat baru.

5. Berdoa dan Memohon Petunjuk

Yang paling utama dilakukan ketika putus asa adalah tidak lupa berdoa kepada Allah Sang Pembuka Jalan. Memohonlah kepada-Nya agar jalan petunjuk terhampar di depan mata. Apalah gunanya ikhtiar tanpa doa. Bagai sayur tanpa garam: hambar dan tidak menggugah selera. Anak yang merasa putus asa dan tidak semangat lagi harus dikuatkan mentalnya dengan banyak berdoa.

Mengobati rasa putus asa bukan hal mudah, tetapi akan jadi mudah bila ada kesungguhan menata masa depan dan memperbaiki segala kesalahan. Anak-anak yang merasa putus asa harus mendapatkan pendampingan untuk menguatkan hati dan menambah semangatnya. Buatlah dirinya  yakin, masih terbentang jalan dan harapan untuk menjadi lebih baik pada masa yang akan datang. Semangat saja terus meningkatkan kualitas diri maka putus asa akan terkikis bersama waktu. Yakinkan anak, selalu ada jalan bagi mereka yang gigih berusaha.

x

5 Cara Membantu Anak Mengatasi Rasa Minder



Membuat anak memiliki rasa percaya diri tidak selalu mudah. Meskipun sudah diupayakan, rasa minder itu tidak selalu mudah dihilangkan. Orang tua kadang sudah melakukan banyak cara, seperti menyertakan dalam berbagai lomba, mengikuti club tertentu, hingga berani membayar mahal mengikuti suatu komunitas.

Mari kita mencoba menggali, kira-kira apa penyebab rasa minder itu datang dan kemudian merajai seluruh isi kepala anak. Ternyata, hal terbesar penyebab minder adalah kurangnya rasa syukur atas segala pemberian Allah. Kita kadang lalai mengajarkan bagaimana cara bersyukur dan terlalu fokus melihat kelebihan orang lain, hingga lupa bahwa anak  pun punya kelebihan. Bukankah setiap kekurangan selalu bersanding dengan kelebihan? Tidak mungkin seorang anak mempunyai kekurangan saja atau kelebihan saja.

Selain itu konsep diri negatif juga menjadi penyebab munculnya rasa minder. Merasa dirinya bukan siapa-siapa, tidak memiliki prestasi dan tidak punya peran di lingkungannya adalah beberapa hal yang tidak sadar sering dirasakan anak. Rasa ini sangat mengganggu anak dalam pergaulan, terlebih bila yang menjadi sumber minder adalah kondisi fisik anak dan kondisi ekonomi orang tua. Orang tua harus meyakinkan anak bahwa setiap anak bisa berprestasi, bagaimanapun kondisinya.

Lantas, bagaimana mengatasinya?

1. Ikhlas

Menghadirkan rasa ikhas dalam hati anak untuk mengusir rasa minder memang butuh perjuangan dan butuh proses. Hal ini karena orang tua belum tentu menghadirkan rasa ini di hati. Menyadari bahwa semua yang terjadi adalah takdir harus menjadi yang utama diperhatikan untuk dipahamkan kepada anak sejak sejak dini.

2. Menghargai Pencapaian Diri

Syukuri sekecil apa pun prestasi yang telah diraih anak. Bukankah langkah besar dimulai dari langkah kecil? Pencapaian besar dimulai dari pencapaian-pencapaian kecil yang konsisten diupayakan. Buatlah anak mengerti bahwa orang tua merasa bangga atas pencapaiannya. Tunjukkan pula bahwa orang tua menghargai jerih payahnya, walaupun mungkin memang tidak seberapa.

3. Meningkatkan Kualitas Diri

Ajakan anak memuulai dengan menerima kekurangan diri. Bantu anak menghargai dirinya sendiri dengan terus belajar dan belajar. Yakinkan dirinya bahwa dia layak menjadi lebih baik. Bantu anak tingkatkan pengetahuan bagaimanapun kondisinya. Dengan cara itu, wawasan kita akan terus bertambah dan sedikit demi sedikit akan menumbuhkan rasa percaya diri.

4. Berkumpul Dengan Teman-teman yang Selalu Saling Menyemangati

Berkumpul dengan teman-temannya yang setia dengan kritik membangunnya dapat menjadi dukungan berarti bagi anak. Sebaliknya, teman yang kata-katanya destruktif dan menjatuhkan mental akan menghambat langkah anak dan makin membuat dirinya merasa tak berarti.

5. Tidak Perlu Menjadi Anak yang Perfeksionis

Boleh saja punya cita-cita, tetapi bila terlalu tinggi tentu akan menyiksa diri. Akan lebih bijaksana bila anak dibantu menyederhanakan keinginan dan cita-citanya, tetapi semangat yang harus tetap tinggi. Tidak perlu menyalahkan dirinya sendiri bila belum mampu tergapai semua yang ingin diraih. Juga tidak perlu terlalu kecewa bila belum sampai pada prestasi tertentu. Tidak atau belum mampu meraih cita-cita bukan ukuran kesuksesan seseorang.

Demikian beberapa upaya yang bisa ditempuh untuk mengatasi rasa minder pada anak.

Tidak perlu terburu-buru ingin menikmati hasil karena butuh proses yang panjang, butuh konsistensi, dan butuh kemauan keras, baik dari anak maupun orang tua untuk melepaskan diri dari jeratan rasa minder.

5 Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung (Sibling Rivalry)

Rabu, 02 Oktober 2019



Apa yang dimaksud dengan persaingan antar saudara kandung?
Mengapa ada persaingan?
Apa penyebab persaingan?
Bagaimana cara mengatasinya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas sudah lama mengusik pikiran saya. Apakah memang ada persaingan antar saudara? Ternyata, persaingan itu tidak selalu dilakukan secara terang-terangan. Kompetisi antar saudara kandung umumnya untuk mendapatkan cinta dan perhatian kedua orang tua. Persaingan bisa berupa kecemburuan, pertengkaran, maupun perselisihan.
Apa saja penyebab persaingan antar saudara?


1. Anak Merasa Kurang Perhatian

Anak-anak di segala usia menginginkan perhatian penuh dari orang tua. Sampai akhir usia balita, anak ingin perhatian terus menerus dari orangtua. Oleh karena itu, orang tua perlu cermat mengatur waktu agar perhatian pada anak bisa maksimal dan tidak condong kepada salah satu anak.

2. Anak Merasa Hubungan dengan Orang Tua Terancam karena Hadirnya Anggota Baru

Kehadiran adik yang baru lahir sering membuat kakak cemburu. Hal ini karena perhatian seluruh anggota keluarga, terutama ibu, tercurah kepada adik baru. Waktu dan hampir seluruh tenaga ibu dan ayah tercurah keoada adik bayi sehingga kakak lupa atau kurang diperhatikan.

3. Anak Mengalami Stres dalam Kehidupannya.

Jangan dikira anak tidak bisa stres.
Hubungan pertemanan yang bermasalah, didikan orang tua yang terlalu keras, atau masalah pelajaran sekolah bisa jadi penyebab stres. Tekanan jadi terasa berat karena anak tidak mengerti cara mengelola stres dan cara mengatasinya. Terlebih lagi, orang tua kurang tanggap dengan kondisi anak maka lengkaplah sudah, anak jadi stres.


4. Cara Orang Tua Memperlakukan Anak dan Menangani konflik

Orang tua sering tidak menyadari ada kecenderungan menyayangi salah satu di antara anak-anak. Hal ini dapat menimbulkan konflik. Bila konflik benar-benar terjadi, orang tua harus bijaksana dalam bersikap dan tidak memihak salah satu.

Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua untuk mencegah dan mengatasi persaingan antar saudara? Berikut ini ulasannya.

1. Tidak Membandingkan Anak yang Satu dengan yang Lain




Setiap anak memiliki keunikan dan ciri khas sendiri-sendiri. Karakter mereka berbeda meskipun tinggal bersama. Karenanya, orang tua tidak perlu membanding-bandingkan kekurangan atau kelebihan anak karena masing-masing tentu memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri.

Baca juga:


2. Membiarkan Anak Menjadi Diri Mereka Sendiri




Keinginan membentuk kepribadian yang baik pada anak sering membuat orang tua tidak tahu atau tidak peduli bahwa setiap anak memiliki potensi yang baik. Akan berkembang menjadi baik bila orang tua memberi arahan yang konstruktif, bukan yang menjatuhkan.

Baca juga:


3. Membuat Anak Mampu Bekerja Sama



Melatih anak mampu bekerja sama harus diupayakan sejak dini. Ajak mereka memàhami 
perbedaan, mematuhi arahan, dan belajar mengerti konsekuensi.


4. Menumbuhkan Rasa Saling Memiliki



Nuansa kebersamaan dan kasih sayang harus dihidupkan orang tua di rumah. Anak-anak harus terbiasa berbagi, terbiasa memaklumi kesalahan, dan belajar memahami kebiasaan antarsaudara sehingga dengan demikian anak akan memiliki ikatan batin yang kuat satu sama lain.

5. Bersikap Adil, tetapi Disesuaikan dengan Kebutuhan



Sering kali orang tua keliru memaknai kata adil. Adil tidak selalu sama dalam segala hal, tetapi disesuaikan dengan situasi dan usia anak. Sedini mungkin anak dilatih untuk tidak iri atas apa pun pemberian orang tua karena semua akan mendapatkannya bila tiba saat yang tepat menurut orang tua.
Menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Kita harus belajar setiap saat tanpa jeda membersamai anak tumbuh dan berkembang. Tugas orang tua memberi lingkungan yang kondusif bagi anak agar tidak ada celah bagi munculnya persaingan antar saudara. Biarkan anak-anak  berlomba hanya dalam kebaikan. Bukan untuk bersaing, tetapi untuk meningkatkan kualitas diri mereka dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Tulisan ini  kupersembahkan khusus untuk kelima buah hati yang teramat ibu sayangi. Semoga kelak kalian baca tulisan ini. Semoga Allah menjaga kalian berlima agar selalu dalam hubungan yang baik dan penuh cinta, sepanjang hayat.

5 Tips Antigalau Pilih Ekskul untuk Anak.

Selasa, 01 Oktober 2019


Ekstrakurikuler di sekolah sebagai wadah pengembangan bakat dan sarana belajar mengatur waktu adalah sarana refreshing yang mendidik. Anak-anak melakukan berbagai kegiatan di luar mata pelajaran sekolah yang dapat membuat mereka menggali banyak hal dan ilmu baru.

Ekstra kurikuler di sekolah anak kami: Hanum Aulia Rusydaa kelas 5 dan Muhammad Hanif Ihsan Rosyadi kelas 1, SD Muhammadiyah 12 Surabaya, Jawa Timur, terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ekstra wajib, ekstra pilihan, dan ekstra mandiri.

1. Ekstra Wajib. 

Ekstra wajib di sekolah mereka adalah hizbul wathan (semacam pramukanya Muhamnadiyah) dan bela diri tapak suci. Mulai kelas 3, anak-anak baru mulai ada kegiatan ini.

2. Ekstra Pilihan

Ekstra pilihan dilaksanakan pada hari Senin atau Selasa. Pilihannya pun beragam, antara lain dokter cilik, tahfidz, da'i cilik, desain grafis, painting, dan memasak. 

3. Ekstra Mandiri

Ekstra mandiri dilaksanakan pada hari Sabtu. Wali murid yang anaknya bersedia mengikuti ekstra mandiri harus membayar sendiri dan tidak dibiayai  sekolah. Pilihannya adalah Tahfidz, Bahasa Inggris, Futsal, Panahan, Robotika, dan Cinematografi.

Khusus ekstra mandiri, para siswa diberi kebebasan. Bila ingin memanfaatkan fasilitas sekolah dan memanfaatkan waktu hari Sabtu, salah satu ekstra mandiri bisa dipilih. Namun, bila menginginkan kebebasan bermain pada hari Sabtu, tidak ikut pun tidak apa-apa. Hanum sejak kelas lima mulai tidak mau menghabiskan hari  Sabtunya untuk ekstra mandiri. Dia ingin menikmati hari setelah setiap hari sekolah full day. Sayangnya, Hanif jadi ikut-ikutan tidak mau ikut, padahal baru kelas satu SD
Berdasarkan pengalaman Hanum sampai memasuki kelas lima ini, kami lebih punya bekal untuk Hanif dalam memilih ekstrakurikuler. Harus ada tips khusus agar tidak bingung saat memilih. Apa saja tips itu?

1. Sesuaikan dengan Bakat dan Minat



Mengapa harus menyesuaikan bakat dan minat? Terkadang, anak memiliki bakat, tetapi tidak minat mengikuti. Atau memiliki minat yang tinggi, tetapi tidak bakat. Yang ideal tentu yang sesuai dengan bakat dan minat. Namun, karena sering kali anak belajar sesuai mood-nya maka penting sekali memperhatikan minatnya. Tidak sedikit anak sukses karena minatnya, meskipun tidak bakat. Dia akan belajar dan terus berlatih tanpa paksaan karena pilihan sesuai dengan minatnya.

2. Pastikan Bisa Menambah Pengalaman Baru



Ekstrakurikuler harus bisa menambah pengalaman baru. Ilmu dan pengalaman di tempat ekstrakurikuler belum tentu bisa dengan mudah diperoleh di kelas. Oleh karena itu, mencari sebanyak-banyaknya pengalaman sangat dianjurkan bagi anak.

3. Jangan Ikut-ikutan Teman



Penting diperhatikan, anak-anak tentu senang berkegiatan bersama teman-temannya. Namun, jangan sampai memilih karena ikut-ikutan. Kesenangan, selera, minat, dan bakat setiap anak tidak selalu sama, meskipun sering bermain bersama. Orang tua perlu memberi pengertian kepada anak agar memilih sesuai  kemampuan dan keinginannya sendiri.

4. Tidak Membuat Prestasi Sekolah Menurun



Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jangan sampai membuat anak kelelahan hingga tidak sempat belajar atau berprestasi di sekolah. Tentu hal ini sangat tidak dianjurkan. Anak-anak harus mengutamakan prestasi akademik.

5. Amati Perkembangannya




Anak-anak tidak selalu memiliki keinginan yang menetap. Amati dulu perkembangannya dan beri waktu satu bulan untuk menjalani. Bila anak suka dan giat belajar, lanjutkan. Bila anak terlihat semangatnya menurun, lebih baik minta izin kepada guru untuk ganti yang baru. 

Nah, tidak sulit, bukan? Berdasarkan pengalaman Hanum, mengikuti ekstra yang tidak sesuai minatnya hanya membuatnya malas dan lebih sensitif. 

Lebih baik membuka pintu dialog dan menggali apa kemauan anak. Orang tua mengarahkan, tetapi harus melihat kondisi anak.

5 Cara Memunculkan Rasa Ingin Tahu Anak

Senin, 30 September 2019


Dunia anak adalah dunia bermain. Dalam segala situsi dan di mana pun berada, yang ada dalam pikiran mereka adalah bermain dan bermain. Sebagian kita mungkin menganggap mereka membuang waktu. Namun, sejatinyabbermain adalah cara mereka belajar dan merengkuh banyak ilmu.

Sebagai orang tua, seharusnya kita tidak buru-buru memberikan stempel buruk pada anak. Karena dunia anak adalah dunia penuh kegembiraan dan canda tawa, melalui bermain pula banyak ilmu disuguhkan kepada anak. Sekolah-sekolah TK dan kelompok bermain menggunakan metode bermain dalam proses belajar-mengajar sehingga anak menjalalani hari-hari di sekolah dengan riang gembira. Bahkan, di tahap awal SD sekalipun, belajar masih dilakukan dengan bermain.

Anak- anak sangat suka menggali ilmu baru sambil bermain. Bermain dapat membuat mereka ingin tahu akan banyak hal. Kita sebagai  orang tua harus jeli menjadi media bertanya bagi anak agar mereka tidak bertanya kepada orang atau media yang salah. 

Bagaimana memunculkan rasa ingin tahu anak?

1. Mengenalkan Anak pada Lingkungan Alam dan Sekitarnya




Sejak dini, anak harus dikenalkan dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Apa saja yang ada di sekelilingnya adalah sarana belajar yang menyenangkan. Sering mengajak anak menjawab teka-teki, bertanya yang memuncullan keraguan, atau berdiskusi tentang suatu hal adalah cara mudah membuat anak berpikir. Dengan berpikir, anak akhirnya akan banyak bertanya.

2. Selalu Siap Menjadi Tempat Bertanya



Rasa ingin tahu membuat anak bertambah pengetahuannya. Semakin bertanya, akan semakin menunjukkan minatnya pada ilmu baru. Sebagai orang tua kita harus selalu siap menjadi tempat bertanya yang menyenangkan bagi anak. Bila tidak menyenangkan bagi anak, maka anak akan bertanya kepada yang lain yang belum tentu terjamin kebenarannya.

3. Tidak Memberikan Respon Negatif Saat Anak Bertanya


Anak-anak selalu berpikir sebab akibat. Karenanya, orang tua harus berusaha memberikan jawaban yang akurat, agar kemampuan berpikir anak dapat terbangun sesuai tahapan usia. Ketika bertanya itulah sebetulnya anak memasukkan ilmu pengetahuan di otaknya. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memberikan hanya respon positif saja pada anak agar anak tidak kecewa dan akhirnya malas bertanya lagi.

4. Memberikan Kesempatan Berekspresi Seluas-luasnya


Kesempatan berekspresi bisa dengan bermain, menekuni hobi, atau kegiatan apa saja yang menyenangkan anak. Dari sanalah mereka menemukan banyak hal baru yang memunculkan rasa ingin tahu mereka. Biarkan anak bereksperimen dan kenalkan dengan banyak hal tentang kehidupan dengan cara sederhana.

5. Biasakan Memberi Tantangan kepada Anak 





Terkadang, seseorang perlu menaklukkan tantangan agar bisa memotivasi diri. Tantanganlah yang bisa membuat seorang anak duduk berlama-lama atau berlelah-lelah. Tentu karena ingin meraih sesuatu.

Demikian sekelumit yang bisa dilakukan orang tua untuk memunculkan rasa ingin tahu anak. Kelima hal di atas bukan hal yang sulit dipraktekkan. Bila serius mengupayakan, maka anak-anak kita akan terbiasa menggali banyak hal baru dalam keseharian, sekaligus mengasah ketajaman berpikir mereka.